Malam ini aku berniat untuk menulis
tanpa mengingat kamu. Tapi aku gagal. Aksara-aksara itu masih tentang kamu.
Tercipta dan terangkai indah untuk mengekalkanmu.
Pernah gak kamu berpikir bahwa mungkin pertemuan kita memang telah tertuliskan?
Pernah gak kamu berpikir bahwa mungkin pertemuan kita memang telah tertuliskan?
Bahwa mungkin,semua persoalan kita
telah tergariskan.
Walau pada akhirnya harus aku dulu yang merasakan manisnya perasaan yang timbul pelan pelan.
Walau pada akhirnya harus aku dulu yang merasakan manisnya perasaan yang timbul pelan pelan.
Barangkali memang jatuh cinta selalu
semendebarkan ini. Barangkali membicarakanmu semenyenangkan ini, aku selalu
larut dalam caramu melengkungkan bibirmu.
Aku mau kamu terus ada, bahkan saat
kelak hal hal manis tentangmu telah kulupa.
Aku mau seisi dunia setuju
denganku,bahwa takdir harus menyandingkan aku denganmu.
Tunggu hingga aku bisa membuat
hatimu yang dingin itu tersentuh,lalu kamu paham bahwa kamu terlalu
mengaggumkan untuk hanya kupandangi dari jauh.
Kamu gak akan tahu, kemana sebenernya tulisan ini akan bermuara. Kamu gak akan mengerti, kepada siapa tulisan ini bercerita. Kamu gak mungkin menyangka bahwa kamu adalah jawabannya. Karna kamu gak pernah
mencari tahu bahwa yang kurasakan semuanya memang benar adanya.
Meski pada kenyataanya, memandangimu memang cara membunuh waktu termanis yang pernah kutahu.
Meski pada akhirnya, menemukanmu di
sudut pandanganku adalah usaha paling indah untuk menggembirakan harapan-harapanku.
Aku jatuh cinta denganmu.
Jatuh cinta,dengan ketidak tahuanmu
atas segala maksud kalimatku.
-wlndr -nndlot
Tidak ada komentar:
Posting Komentar