Kurasa aku
telah jatuh cinta
Saat dia Menatapku, yang sedang bercerita dan
mencubit hidungku saat dia merasa gemas, pipiku
mengangkat kemudian mengembang begitu saja tanpa ragu.
Dia hanya perlu tersenyum lebar dan itu saja sudah
membuat dadaku berdebar tak karuan.
astaga, rasanya hatiku akan meledak saat itu juga.
Kurasa aku telah jatuh cinta.
Mataku telah terkunci pada arah dirinya.
Wajahnya itu tak akan pernah kujadikan sia-sia.
Tapi ini jelas bukan hanya wajahnya, kurasa aku telah
jatuh cinta pada semua aspek yang ada padanya. Rasanya dengan terus
memandanginya pun tak akan mampu menghentikanku yang semakin hari semakin
merasakan candu atas dirinya.
Lalu senyumnya. Senyumnya itu. Senyuman yang hanya
ada satu di dunia.
Yang diciptakan begitu pas, cocok, dan tanpa kekeliruan.
Bagiku itu adalah lambang keikhlasan, karena untuk soal senyuman, dia tak
pernah memaksakan.
Dan saat itu, matanya ikut tersenyum. Seolah
membawaku larut dalam pandangannya. Semakin dia menjadi manis dan romantis, rasanya aku
hanya ingin menyuruhnya diam, kemudian membungkus dan membawanya pulang.
Aku ingin terus dilihat menjadi perempuan yang
sempurna meski sejatinya tak akan pernah bisa, tapi aku ingin, menjadi
perempuan yang bisa melakukan apa saja, yang akan membuatnya kagum dan jatuh
cinta, sedalam aku.
Aku ingin menjadi kuat seperti perempuan yang
mandiri, tapi aku ingin menjadi lembut,
seperti perempuan yang ingin
dilindungi.
Aku ingin saat dia bertemu denganku, dia selalu punya alasan untuk
tersenyum, seperti aku.
Entahlah, saat aku jatuh cinta, semua hal-hal ini turut
muncul dalam otakku.
Dan, kurasa aku telah benar-benar jatuh cinta.
Menulis tentangnya seperti ini selalu membuatku tersenyum, sendiri, pada
tulisanku.
-wlndr
Tidak ada komentar:
Posting Komentar