Aku tak marah ketika kamu memilih menyerah, pergi meninggalkan jejak jejak darah.
Aku
pendam, diam, sesengukan.
Aku tak marah ketika kamu memilih pasrah,pergi meninggalkan tapak tapak lebam.
Pada
keadaan yang terlalu sakit untuk aku abaikan.
Pada
keadaan yang tak terlalu penting untuk kamu pedulikan.
Aku bahkan tau,
bahwa hatimu tak pernah tertaut olehku. Meski sudah beberapa usaha agar kamu
mampu mencintaiku dengan serupa.
Sungguh aku tak marah saat kamu bersembunyi.
Membiarkan aku membereskan sisa sisa pertengkaran
sendiri.
Karna lebih baik mundur dengan cara yang lebih sehat,
bukan berjuang namun malah membuat hati semakin sekarat
Aku tak marah.
Aku tak pernah bisa marah.
Padamu.
Aku hanya marah pada diriku, karna tak mampu membuatmu
memperjuangkanku.
dan tinggal.
Aku marah.
Pada diriku.
-wlndr
Tidak ada komentar:
Posting Komentar