Semenjak kamu
pergi, saya jadi lebih banyak menyindiri.
Bukan tak mau
membuka diri,hanya saja lebih nyaman begini.
Kamu tahu tidak,
Semenjak kamu
pergi, setiap malam hujan tiada henti.
Bukan tak mau
berusaha berdiri, tapi rasa enggan masih saja menyelimuti.
Tentu saja,kamu
tak salah sama sekali.
Semenjak kamu memilih
pergi, hidup tidak lagi terlihat hitam atau putih,
Ia menjadi abu;
ragu dan ambigu.
Kamu tak pernah
tahu rasanya bermain api dengan semu,
Dari awal kita bertemu
memang tak pernah ada tanda kalau kita akan bersatu.
Wajar saja kamu
memilih yang sepadan denganmu.
Sejak saat itu
saya putuskan untuk berlari sejenak dari kacaunya hati dan pikiran setelah kamu
sia-siakan tanpa perasaan.
Kalau ingin pergi,silahkan
pergi.
Kalau ingin kembali,
saya masih disini.
Sudah cukup saya
mencari lagi.
-wlndr
-wlndr