Senin, 24 Juni 2019

abu; ragu dan ambigu

Kamu tahu tidak,
Semenjak kamu pergi, saya jadi lebih banyak menyindiri.
Bukan tak mau membuka diri,hanya saja lebih nyaman begini.
Kamu tahu tidak,
Semenjak kamu pergi, setiap malam hujan tiada henti.
Bukan tak mau berusaha berdiri, tapi rasa enggan masih saja menyelimuti.
Tentu saja,kamu tak salah sama sekali.

Semenjak kamu memilih pergi, hidup tidak lagi terlihat hitam atau putih,
Ia menjadi abu; ragu dan ambigu.

Kamu tak pernah tahu rasanya bermain api dengan semu,
Dari awal kita bertemu memang tak pernah ada tanda kalau kita akan bersatu.
Wajar saja kamu memilih yang sepadan denganmu.
Sejak saat itu saya putuskan untuk berlari sejenak dari kacaunya hati dan pikiran setelah kamu sia-siakan tanpa perasaan.

Kalau ingin pergi,silahkan pergi.
Kalau ingin kembali, saya masih disini.
Sudah cukup saya mencari lagi.
-wlndr

Sabtu, 01 Juni 2019

Hujan Bulan juni, Sangat deras.


Aku tak marah ketika kamu memilih menyerah, pergi meninggalkan jejak jejak darah.
       Aku pendam, diam, sesengukan.
          
Aku tak marah ketika kamu memilih pasrah,pergi meninggalkan tapak tapak lebam.
       Pada keadaan yang terlalu sakit untuk aku abaikan.
       Pada keadaan yang tak terlalu penting untuk kamu pedulikan.

Aku  bahkan tau, bahwa hatimu tak pernah tertaut olehku. Meski sudah beberapa usaha agar kamu mampu mencintaiku dengan serupa.

Sungguh aku tak marah saat kamu bersembunyi.
Membiarkan aku membereskan sisa sisa pertengkaran sendiri.
Karna lebih baik mundur dengan cara yang lebih sehat, bukan berjuang namun malah membuat hati semakin sekarat

Aku tak marah.
Aku tak pernah bisa marah.
Padamu.

Aku hanya marah pada diriku, karna tak mampu membuatmu memperjuangkanku.
dan tinggal.

Aku marah.
Pada diriku. 

-wlndr

aku masih,

Kemarin, aku menangkap warna matamu, masih tetap indah, masih persis seperti tatapan yang aku ingat. Kamu tau? Aku tenggelam disana, sejak p...