Rabu, 10 Maret 2021

Jatuh Cinta

Kurasa aku telah jatuh cinta
Saat dia Menatapku, yang sedang bercerita dan mencubit hidungku saat dia merasa gemas, pipiku mengangkat kemudian mengembang begitu saja tanpa ragu. 
Dia hanya perlu tersenyum lebar dan itu saja sudah membuat dadaku berdebar tak karuan.
astaga, rasanya hatiku akan meledak saat itu juga.

Kurasa aku telah jatuh cinta.
Mataku telah terkunci pada arah dirinya.
Wajahnya itu tak akan pernah kujadikan sia-sia.
Tapi ini jelas bukan hanya wajahnya, kurasa aku telah jatuh cinta pada semua aspek yang ada padanya. Rasanya dengan terus memandanginya pun tak akan mampu menghentikanku yang semakin hari semakin merasakan candu atas dirinya.

Lalu senyumnya. Senyumnya itu. Senyuman yang hanya ada satu di dunia.
Yang diciptakan begitu pas, cocok, dan tanpa kekeliruan. Bagiku itu adalah lambang keikhlasan, karena untuk soal senyuman, dia tak pernah memaksakan.
Dan saat itu, matanya ikut tersenyum. Seolah membawaku larut dalam pandangannya. Semakin dia menjadi manis dan romantis, rasanya aku hanya ingin menyuruhnya diam, kemudian membungkus dan membawanya pulang.

Aku ingin terus dilihat menjadi perempuan yang sempurna meski sejatinya tak akan pernah bisa, tapi aku ingin, menjadi perempuan yang bisa melakukan apa saja, yang akan membuatnya kagum dan jatuh cinta, sedalam aku.
Aku ingin menjadi kuat seperti perempuan yang mandiri, tapi aku ingin menjadi lembut, 
seperti perempuan yang ingin dilindungi. 
Aku ingin saat dia bertemu denganku, dia selalu punya alasan untuk tersenyum, seperti aku. 
Entahlah, saat aku jatuh cinta, semua hal-hal ini turut muncul dalam otakku.
 
Dan, kurasa aku telah benar-benar jatuh cinta. Menulis tentangnya seperti ini selalu membuatku tersenyum, sendiri, pada tulisanku.

-wlndr



 



 


aku masih,

Kemarin, aku menangkap warna matamu, masih tetap indah, masih persis seperti tatapan yang aku ingat. Kamu tau? Aku tenggelam disana, sejak p...